Ki Hadjar Dewantara

pahlawan nasional Indonesia

Ki Hajar Dewantara adalah tokoh dan aktivis pergerakan kemerdekaan Indonesia, kolumnis, politisi, serta pelopor pendidikan Indonesia yang telah mendirikan Perguruan Taman Siswa pada tahun 1922.

Ki Hadjar Dewantara

Kutipan

sunting
  • Berikan dahulu rakyat yang tertindas itu kemerdekaan, baru sesudah itu kita memperingati kemerdekaan kita sendiri.
  • Als ik Nederlander was (Sekiranya aku orang Belanda), Koran De Expres, 13 Juli 1913[1]
  • Guru jangan hanya memberi pengetahuan yang perlu dan baik saja, tetapi harus juga mendidik si murid akan dapat mencari sendiri pengetahuan itu dan memakainya guna amal keperluan umum.
  • Semboyan "Tut wuri handayani", atau aslinya: ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. Arti dari semboyan ini adalah: ing ngarsa sung tulada (di depan, seorang pendidik harus memberi teladan atau contoh tindakan yang baik), ing madya mangun karsa (di tengah atau di antara murid, guru harus menciptakan prakarsa dan ide), dan tut wuri handayani (dari belakang seorang guru harus bisa memberikan dorongan dan arahan)
  • Setiap orang menjadi guru, setiap rumah menjadi sekolah.
  • Dalam Sumpah Pemuda, kita menemukan semangat yang mempersatukan bangsa Indonesia dalam perjuangan melawan penjajahan.
  • Dalam berbicara seseorang harus tetap berpikiran jernih, hingga dapat mencetuskan ide-ide unggul dan berakhir dengan kemenangan.
  • "Sungguh, seandainya saja aku ini seorang Nederlander, tidaklah aku akan merayakan peringatan kemerdekaan di negeri yang masih terjajah. Lebih dahulu memberi kemerdekaan kepada rakyat atau bangsa yang masih aku kuasai, barulah boleh orang memperingati kemerdekaan sendiri."

Referensi

sunting

Pranala luar

sunting
 
Wikipedia memiliki artikel ensiklopedia mengenai:
Tokoh
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
 
Commons
Wikimedia Commons memiliki media terkait mengenai: